Luanda yang tahun lalu dinobatkan sebagai kota paling mahal sedunia ini benar-benar tidak masuk akal, tempat dimana mayoritas penduduk lokal yang rata-rata miskin, buta huruf, kurang gizi, kurang kebersihan dsb. Setelah di perhatikan dan dibaca dan di pelajari (ceileh) kembali, ternyata Luanda memang amat sangat mahal bagi Expatriat (org-org asing yang hidup di Luanda).
Dikarenakan hampir semua barang-barang dan segala macam produk-produk rumah tangga itu import (kebanyakan dari Portugal dan afrika selatan) maka harga-harga bisa naik seenak nya, disebabkan lagi jumlah supermarket bisa dihitung dengan jari satu tangan banyak nya.
Luanda juga dianggap kota termahal dilihat dari rata2 uang sewa rumah, di downtown kota Luanda, apartemen kecil dengan 2 kamar saja minimal harga sewa nya USD 10.000 / bulan. Jangan ditanya berapa harga rumah yang besar2.
Suatu kali waktu baru nyampe negri hitam ini pernah nanya sama org2 bule berapa biaya makan selama sebulan untuk hidup di Luanda, rata2 mereka menghabiskan USD 1000/orang/bulan. Berarti anak2 gue di hitung setengah dong yah seorang nya, wong makan nya susah begitu. Lumayan lah, ada untung nya juga, biar irit biaya dapur.
Ok, contoh2 bahan masakan seperti di bawah ini, yang paling sering gue konsumsi di dapur:
Bawang merah ini USD5
Daun Bawang USD4
Jahe ini 5 dollar amrik saja
Nah santan 400ml ini pun sekitar USD 5.
(Hebat yah semua harga patokin aja 5 dollar)
PS. Jika ada tambahan foto lagi akan di apply disini





